Selain Baduy Tujuan Wisata di Jawa Barat Yang Memiliki Kultur Daerah

Posted on

Suku Baduy di Banten yang masih memegah teguh kearifan nenek moyangnya membuat wisatawan tertarik untuk mengunjunginya. Tetapi ternyata selain Baduy ada juga tujuan wisata di Jawa Barat yang memiliki kultur filisofi daerah kuat dan asli.

Yang menyebabkan kampung adat memiliki keunikan karena masyarakatnya masih memegang tradisi nenek moyang serta menolak pengaruh dari luar. Contohnya dari bentuk bangunan rumah tidak ada perubahan seperti yang dibuat pertama kali oleh leluhur, bahkan untuk menolak intervensi dari pihak luar tidak menggunakan teknologi seperti handphone ataupun televisi.

Lalu kampung adat di Jawa Barat mana saja yang menarik untuk dikunjungi selain Baduy? selengkapnya silahkan membaca informasi dibawah.

Tujuan Wisata di Jawa Barat Yang Memiliki Kultur Daerah Asli

1. Kampung Urug Bogor

Kampung Urug didiami oleh tak kurang dari 500 kepala keluarga dengan menempati 400 an rumah, semua sendi kehidupan di kampung ini terikat oleh adat seperti cara menyimpan dan mengambil pada ada tata caranya yaitu dengan disimpan pada bangunan yang dinamakan “leuit” atau lumbung padi dan tidak boleh disimpan di dalam rumah.

Untuk pengambilan padi dari “leuit” hanya dua kali dalam sepekan yaitu pada hari Kamis dan Minggu berdasarkan aturan yang diwariskan leluhur masyarakat kampung Urug. Apabila dilanggar maka akan “kualat” langsung ataupun tidak langsung

Selain Baduy Tujuan Wisata di Jawa Barat Yang Memiliki Kultur Daerah

Foto: jabarprov.go.id/index.php/potensi_daerah/detail/237

2. Kampung adat Cirendeu

Kampung Cirendeu berada di Cimahi Jawa Barat kampung ini dihuni 50 kepala keluarga atau 800 jiwa, beras singkong (rasi) merupakan makanan pokok kampung adat Cirendeu sehingga sebagian besar masyarakatnya bercocok tanam.

Konon Cireundeu berasal dari nama sebuah “pohon reundeu”, pohon rendeu sendiri dipercaya sebagai obat herbal yang dapat menyembuhkan penyakit. Uniknya masyarakat kampung Cirendeu memiliki falsafah hidup yaitu Ngindung Ka Waktu, Mibapa Ka Jaman”.

Yang arti kata dari “Ngindung Ka Waktu” adalahkita sebagai warga kampung adat memiliki cara, ciri dan keyakinan masing-masing. Sementara arti dari “Mibapa Ka Jaman” masyarakat Kampung Adat Cireundeu tidak melawan akan perubahan zaman akan tetapi mengikutinya.

Selain Baduy Tujuan Wisata di Jawa Barat Yang Memiliki Kultur Daerah

Foto: https://rajatourbandung.com/

3. Kampung Kuta Tasikmalaya

Didalam kampung Kuta ada sekitar 120 KK atau 320 jiwa yang menyebar di 2 RW 4 RT, rumah adat kampung Kuta adalah rumah panggung beratap rumbia atau ijuk. Kemudian Dindingnya hanya boleh terbuat dari bilik atau triplek dan tidak boleh ada bagian temboknya.

Disana ada hutan keramat yang disebut “Leuweung Gede” untuk masuk ke hutan larangan tersebut hanya hari Senin dan Jum’at dan harus dipandu seorang kuncen yang bernama Aki Maryono. Biasanya wisatawan datang untuk berziarah dan penelitian ilmiah.

Jika ingin mengunjungi Kampung adat Kuta pengunjung harus membayara Rp.5000 Per orang kemudian untuk masuk ke area Hutan Keramat dikenakan Rp.5000 per orang. Sementara wisatawan yang ingin menginap dapat bermalam di rumah warga dengan membayar Rp.15.000 per orang.

Selain Baduy Tujuan Wisata di Jawa Barat Yang Memiliki Kultur Daerah

Foto: https://aplikomcom.wordpress.com

4. Kampung Pulo Garut

Kampung adat Pulo berada di kompleks Candi Cangkuang keunikan kampung ini adalah terdiri dari dari enam rumah dan satu mushola. Dari awal berdiri sampai sekarang hanya ada 7 bangunan karena tidak diperbolehkan menambah bangunan dan kepala keluarga.

Akibatnya jika ada anggota keluarga yang menikah di komplek Kampung Pulo paling lama 2 minggu harus keluar kampung karena tidak boleh ada penambahan kepala keluarga. Dan bisa masuk kembali atau tinggal disana apabila orangtuanya sudah meninggal (sebagai pengganti orangtua).

Foto: https://sportourism.id

5. Kampung Ciptagelar

Lokasi kampung Ciptagelar berada di berada di Kampung Sukamulya, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.  Keunikanya ada beberapa pantangan dalam bertani selain lahan harus diolah dengan cara tradisional masyarakat pun tidak boleh menjual beras atau padi. Karena padi adalah kehidupan sehingga jika menjual beras maka menjual kehidupanya.

 

Foto: http://www.jampangmedia.com/cipta-gelar/

6. Kampung Naga

Salah satu alasan kampung ini menjadi tujuan wisata di Jawa Barat adalah masih memiliki kearifan lokal salah satunya rumah tidak boleh dilengkapi dengan perabotan, misalnya kursi, meja, dan tempat tidur. Rumah tidak boleh mempunyai daun pintu di dua arah berlawanan. Karena menurut anggapan masyarakat Kampung Naga, rizki yang masuk kedalam rumah melaui pintu depan tidak akan keluar melalui pintu belakang.

Pantangan lain mengadakan pertunjukan kesenian dari luar Kampung Naga seperti wayang golek, dangdut, pencak silat, dan kesenian yang lain yang mempergunakan waditra goong. Sedangkan kesenian yang merupakan warisan leluhur masyarakat Kampung Naga adalah terbangan, angklung, beluk, dan rengkong.

Selain Baduy Tujuan Wisata di Jawa Barat Yang Memiliki Kultur Daerah

Foto: http://www.nasionalisme.co

Demikianlah informasi singkat mengenai kampung tujuan wisata di Jawa Barat yang memiliki kultur daerah yang masih kuat dan asli, dibalik kesederhanaan masyarakat kampung adat tersebut terlihat kedamain karena semua mengikuti aturan para leluhur.

Agar bisa diterima ketika berkunjung ke kampung adat sebaiknya jaga sikap dan selalu menghormati keyakinan yang tetap mereka pegang.

Leave a Reply