Mampir di 3 Curug Sekitar Geopark Ciletuh Yang Sayang Untuk dilewatkan

Posted on

Salah satu mengisi libur lebaran selain pulang kampung bisa juga dengan mengunjungi tempat tempat wisata yang lagi hits. Seperti pengalaman saya beberapa hari yang ingin berwisata alam di Sukabumi, Jawa Barat, jika menyebut objek wisata Sukabumi identik dengan Pantai Pelabuhan Ratu, Karang Hawu atau Ujung Genteng.

Tetapi kali ini saya akan mengunjungi Geopark Ciletuh yang sedang menjadi perbincangan netizen yang telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark. Dengan menggunakan motor kami berangkat dan kurang lebih 5 jam perjalanan tiba disana, tetapi karena dibonceng saya tidak ingat betul rute ke Geopark Ciletuh.

Yang jelas jalan menuju arah Pelabuhan Ratu kemudian belok kanan menuju Jampang  searah dengan rute ke Pantai Ujung Genteng. Selain itu kami juga mampir di 3 Curug sekitar Geopark Ciletuh, sebenarnya ada 9 Curug namun karena keterbatasan waktu hanya Curug Sodong, Curug Awang dan Curug Cimarinjung.

Dibawah merupakan informasi singkat mengenai Curug Sodong (curug kembar), Curug Awang kemudian Curug Marinjung barangkali menjadi referensi bagi yang ingin berkunjung ke kawasan wisata Ciletuh Geopark.

3 Curug Sekitar Geopark Ciletuh

Curug Sodong

Mampir di 3 Curug Sekitar Geopark Ciletuh Yang Sayang Untuk dilewatkan

Curug Sodong atau disebut juga Curug Kembar karena memiliki dua air terjun yang berdampingan, dengan ketinggian kurang lebih 20 meter menjadikan salah satu tempat sekitar Geopark Ciletuh yang wajib dikunjungi. Terdapat keunikan pada Curug ini yaitu tepat dibawah jatuhnya air ada ruang menjorok atau ceruk yang dalam bahasa setempat disebut “sodong” dan menjadi nama Curug tersebut.

Jika tidak membawa baju salin sebaiknya jangan terlalu dekat dengan air terjun karena hembusan dari air cukup kencang yang menyebabkan baju akan basah.

Curug Awang

Mampir di 3 Curug Sekitar Geopark Ciletuh Yang Sayang Untuk dilewatkan

Memiliki ketinggian sekitar 40 meter dengan lebar sekitar 60 meter yang berbentuk seperti tirai namun lebih kecil dibanding Curug Malela Gunung Halu Bandung. Curug Awang mendapat julukan Niagara Sukabumi karena bentuknya yang indah dengan dihiasi bebatuan berwarna kecoklatan.

Curug Awang paling indah dilihat ketika debit air  sungai Ciletuh sedang tinggi karena jika musim kemarau air terjun akan terlihat tebagi dua yang sebelah kanan  air terjun utama lebih besar dan kiri lebih kecil. Yang menyebabkan masyarakat sekitar menyebut air terjun utama sebagai Indung Curug Awang dan yang kecil disebut anak Curug Awang.

Curug Cimarinjung

Mampir di 3 Curug Sekitar Geopark Ciletuh Yang Sayang Untuk dilewatkan

Untuk dapat menikmati keindahan Curug Cimarinjung harus berjalan terlebih dahulu meniti jalan setapak sejauh kurang lebih 400 meter. Namun tidak akan merasa lelah karena sepanjang perjalanan menuju Curug pemandanganya begitu memanjakan mata.

Hijaunya sawah yang menghampar serta birunya Samudera Hindia terlihat dikajauhan merupakan pesona alam yang ditawarkan.

Disamping ketiga Curug diatas masih ada Curug indah yaitu Curug Cikanteh dengan air terjun utama yang dihiasi dengan air terjun kecil dibawahnya. Kemudian rute tersulit adalah menuju ke Curug Puncak Manik karena merupakan Curug tertinggi di Geopark Ciletuh, selain itu pengunjung harus meniti tangga.

Setelah menikmati keindahan Curug Awang, Sodong dan Marinjung akhirnya saya tiba di Pantai Geopark Ciletuh, suasananya disana saat itu cukup ramai sehingga tadinya ingin berfoto pada tulisan Geopark Ciletuh diurungkan karena tidak mendapat hasil yang bagus.

Tiket Geopark Ciletuh dan masuk 3 Curug diatas ketika saya kesana cukup membayar uang parkir Rp.5.000 saja, namun mungkin bisa saja berbeda ketika kalian kesana. Oh iya tadi sempat bertanya kepada teman rute menuju Geopark yaitu apabila dari Jakarta mengambil rute Bogor-Cihideung-Cijeruk-Sukabumi-Cikidang-Pelabuhan Ratu-Simpenan-Kiaradua-Jampang Kulon-Waluran.

Leave a Reply